
Batam (SIHAT NEWS) – Pembekalan dan kaderisasi da’i muda kini memasuki pelatihan (pembekalan) ke-4. Pekan yang mendebarkan bagi siswa SMA Islam Hang Tuah Batam sebelum memasuki masa ujian kompetensi da’i muda. Sabtu, (19/02/2022) menjadi hari terakhir bagi siswa SMA untuk menyerap seluruh ilmu yang disampaikan oleh pemateri. Ust. Dr. Suyono, M.Ag selaku ketua Umum PMB, yang berkesempatan menyampaikan tema yang menarik, Dakwah di Era Kekinian, Tantangan dan Harapan.
“Era ini merupakan puncak dimana semuanya yang serba instan dan banyak dinikmati oleh masyarakat. Sekrang da’i (mubaligh) pun bisa berdakwah atau menyampaikan dakwahnya melalui media-media yang ada seperti berdakwah dengan media televisi, radio, tulisan maupun streaming.”Tutur Suyono.
Seiring dengan kemajuan teknologi, sehingga cara berdakwah pun sekarang mengalami perkembangan. Dakwah tidak lagi dilakukan secara sederhana tidak hanya sebatas diatas mimbar, di masjid-masjid atau mushala tetapi mulai memanfaatkan kemajuan media teknologi . Hal ini dilakukan agar dakwah lebih meluas dan agar dakwah bisa dilakukan lebih efektif. Dakwah bisa dilakukan melalui media massa dan diterima oleh orang banyak. Karena sifatnya masal maka penerima pesan dakwah tidak hanya dikalangan tertentu saja. Kalangan yang dijangkau bisa luas begitu pula dampak yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, kini berdakwah mempunyai tantangan sendiri.

“Tantangan-tantangan yang kita hadapi sebagai pendakwah memang lebih sulit lagi karena kita berhadapan dengan media yang beraneka ragam bentuk dan fungsinya. Di satu sisi peluang media saat ini sangat mendukung terealisasinya dakwah, namun disisi lain tantangannya juga tidak ringan. Agar tidak menimbulkan keputus-asaan bagi kita khususnya para pendakwah, maka diperlukan cara-cara tertentu dalam menghadapi tantangan tersebut.” Tuturnya.
Belajar mempergunakan media-media yang berkembang saat ini, baik itu media cetak, elektronik, komunikasi, hingga media sosial lainnya. Diharapkan kita bisa menggunakan sarana-sarana itu demi kelancaran dan sebagai penunjang dakwah. Menjaga ajaran-ajaran agama dari pengaruh yang menyesatkan seperti bid’ah maupun khurafat. Perlu ada peng-kaderan yang serius untuk memproduksi juru-juru dakwah dengan pembagian kerja yang rapi. Ilmu tabligh belaka tidak cukup untuk mendukung proses dakwah, melainkan diperlukan pula berbagai penguasaan dalam ilmu-ilmu teknologi informasi yang paling mutakhir.

Selain itu, merebut remaja Indonesia adalah tugas dakwah Islam jangka panjang. Anak-anak dan para remaja kita adalah aset yang tak ternilai.Mereka wajib kita selamatkan dari pengikisan aqidah yang terjadi akibat invasi nilai-nilai non islami ke dalam jantung berbagai komunitas Islam di Indonesia. Bila anak-anak dan remaja kita memiliki benteng tangguh (al-hususn al-hamidiyyah) dalam era globalisasi dan informasi sekarang ini, insya Allah masa depan dakwah kita akan tetap ceria. (SIHAT NEWS/Riska)














